“Sesungguhnya,
Allah telah menaburi Ayat-ayat Al-qur’an dengan aneka kisah dan cerita-cerita
berhikmah. Hal itu, taklain dan tak bukan ialah agar kita mengambil ibrah atau
pelajaran dari cerita-cerita itu. Tentu untuk kemuliaan pekerti dan kebaikan
kita, karena, memang demikianlah semestinya. Bukankah agama adalah akhlak
mulia? Bukankah pula untuk kemuliaan akhlak itulah baginda rasul diutus kedunia
fana ini?”. Mungkin inilah dasar atas penyusunan buku kumpulan cerpen isami
dengan judul “Ketika Cinta Berbuah Surga” karya dari seorang penulis buku best
seller Ayat-ayat Cinta.Buku ini
merupakan buku kumpulan kisah-kisah yang mengisahkan tentang berbagai kisah
menarik pilihan yang diambil dari hadist nabi, kisah-kisah zaman sahabat nabi,
zaman tabi’in kisah keteladanan dari berbagai belahan dunia islam, dari kitab
Al-Qira’ah Alrasyidsh, kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dan diangkat
dari Sirag Nabawiyyah.
Judul
dalam buku ini tidak saling berkesinambungan. Karena buku ini merupakan jenis
buku kumpulan. Semua kisah dalam buku ini diceritakan secara runtut dengan
bahasanya yang sederhana, indah dan mudah dipahami, namun maknanya dalam dan
indah. sehingga pembaca bisa mengikuti setiap alur kisah dalam buku ini. Isinya
berupa kisah-kisah keteladanan yang komunikatif dan produktif. Membacanya
seperti mendapat siraman rohani dari tiap pesan yang tersirat dari tiap
kisah-kisahnya. Sehubungan dengan keteladan dalam buku ini, semua itupun bisa
menjadi motivasi bagi siapa saja yang membacanya.
Berbagai
pujian dilontarkan untuk mengomentari buku ini. Jika ditinjau dari isi buku
dari segi pemilihan kisah menarik yang memberi keteladanan, sastra kebahasaan
maupun alurnya buku ini seakan tak mempunyai celah untuk menerima kritikan.
Namun, bagaimanapun juga, apapun itu pasti mempunyai kelebihan maupun
kekurangan. Judul yang dibawakan oleh sang penulis ini memungkinkan sekali
membuat sang calon pembeli terkecoh. imajinasi mereka terarah pada sebuah novel
yang berjudul “KETIKA CINTA BERBUAH SURGA”, namun ternyata buku ini adalah buku
kumpulan berbagai kisah.Seharusnya
sang penulis memberi judul yang lebih sesuai dengan isinya agar tidak membuat
para pembeli merasa terkecoh dengan buku tersebut (dikiranya novel islami).
Meskipun para pembeli merasa nyaman saat membaca kisah-kisah didalamnya. Namun,
tetap saja mereka masih merasa ada yang mengganjal antara isi dan judulnya.
Bahkan tertipu. Manfaat dalam buku ini begitu terlihat dari amanat-amanat yang
disampaikan